This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Universitas Trisakti, Fakultas Teknologi Industri, Teknik Informatika, 064.013.016

Visitors

Flag Counter

Kamis, 03 November 2016

PRAKTIKUM 8 RISK ASSESSMENT

Aulia Akbar

064.013.016

Teknik Informatika

Universitas Trisakti

Study Kasus : ALAT TULIS KANTOR


Risk Assessment


Lihat lebih lengkap : Risk Assessmen

Rabu, 02 November 2016

PRAKTIKUM 7 SURVEY DATA 2

Hasil Survey Minggu Ke - 2



Kategori Bencana
Jenis Bencana
Keterangan
Alam
Banjir
Jika dilihat dari lokasi printgila, banjir juga menjadi salah satu bencana yang bisa memungkinkan terganggunya proses kerja di printgila, karena disekitar lokasi printgila tidak terdapat saluran air yang memadai sehingga bisa menyebabkan genangan air jika hujan turun secara terus menerus.
Gempa bumi
Jika ditinjau dari sisi lokasi, gempa bumi juga bisa menjadi salah satu penyebab terhentinya proses bisnis di printgila karena bangunan yang kurang layak dan juga tergabung dengan koperasi makanan

Sabotase dan pencurian
Bencana ini juga bisa mengganggu berlangsungnya proses bisnis di printgila karena printgila kurang memiliki keamanan yang memadai.
Cyber Attack
Ketika cyber attack (seperti intrusi, hacking) terjadi, maka printgila tidak bisa digunakan sementara. Hal ini bisa menyebabkan web tidak bisa diakses oleh user.
Kebakaran
Bencana ini bisa terjadi sewaktu-waktu. Bisa disebabkan karena kelalaian pegawai maupun karena bencana yang terjadi di sekitar area printgila tersebut.
Human Error
Ketika pegawai yang bertugas lalai dalam melakukan tugasnya, kegiatan di printgila juga pasti akan terganggu.
Teknologi
Korsleting
Korsleting sewaktu-waktu dapat terjadi karena banyaknya kabel yang kurang tertata rapi di lokasi, sehingga rentan menyebabkan korsleting yang bisa berujung menjadi kebakaran.
Pemadaman Lampu
Pemadaman lampu yang terjadi bisa sangat mengganggu proses bisnis printgila karena printgila belum memiliki fasilitas genset yang ada di lokasi tersebut.
Kerusakan computer dan printer
JIka printer yang ada pada lokasi sedang terjadi masalah dan tidak bisa digunakan, maka kegiatan di pringtila juga akan terhenti.
Kegagalan sistem
Kegagalan sistem, seperti internet yang secara tiba-tiba down juga akan menyebabkan kegiatan terhenti.

Lihat Selengkapnya : Survey Data 2




Selasa, 25 Oktober 2016

PRAKTIKUM 7 Cara Setting OSPF pada Cisco Paket Tracer

Cara Setting OSPF pada Cisco Paket Tracer



Disusun Oleh :
AULIA AKBAR
064.013.016


Fakultas Teknologi Industri
Teknik Informatika
Tahun Ajaran 2016-2017



Cara Setting OSPF pada Cisco Paket Tracer
OSPF (Open Shortest Path First) merupakan sebuah routing protokol berjenis IGRP (InteriorGateway Routing Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal.

          Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasiCara Setting OSPF Pada Cisco Paket Tracerkan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.
 




PC0 :
Ip address : 192.168.1.1
Submask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.1.2

PC1 :
Ip address : 192.168.2.1
Submask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.2.2

PC2 :
Ip address : 192.168.3.1
Submask : 255.255.255.0
Gateway : 192.168.3.2


ROUTER 1
Router>ena
Router#conf t
Router(config)#int loopback 0
Router(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.255
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#exit
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.4 255.255.255.0
Router(config-if)#exit
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 192.168.6.5 255.255.255.255
Bad mask /32 for address 192.168.6.5
Router(config-if)#ip add 192.168.6.5 255.255.255.0
Router(config-if)#exit
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.4.3 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.6.3 0.0.0.255 area 2
Router(config-router)#exit
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#exit
Router(config)#Ctrl + z
Router#wr
ROUTER 2
Router>ena
Router#conf t
Router(config)#int loopback 1
Router(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.255
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.5 255.255.255.0
Router(config-if)#exit
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.4 255.255.255.0
Router(config-if)#exit
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#area 1 virtual-link 3.3.3.3
Router(config-router)#network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 1
Router(config-router)#network 192.168.4.3 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 192.168.5.3 0.0.0.255 area 1
Router(config-router)#exit
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#exit
Router(config)#Ctrl + z
Router#wr
ROUTER 3
Router>ena
Router#conf t
Router(config)#int loopback 2
Router(config-if)#ip add 3.3.3.3 255.255.255.255
Router(config-if)#exit
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.3.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.5 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#exit
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 192.168.6.4 255.255.255.0
Router(config-if)#exit
Router(config)#router ospf 1
Router(config-router)#area 1 virtual-link 2.2.2.2
Router(config-router)#network 192.168.3.0 0.0.0.255 area 2
Router(config-router)#network 192.168.5.3 0.0.0.255 area 1
Router(config-router)#network 192.168.6.3 0.0.0.255 area 2
Router(config-router)#exit
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#exit
Router(config)#Ctrl + z
Router#wr
Lakukan test ping, jika belum berhasil cek kembali langkah-langkah diatas.


Selamat Mencoba.


Rabu, 19 Oktober 2016

PRAKTIKUM 6 SURVEY DAN DATA

Kategori Ancaman
Sub Kategori
Daftar Ancaman
Alam
Geologi
Gempa Bumi
Tsunami
Tanah Longsor
Petir atau Badai
Asap dan Gunung Meletus
Lingkungan
Banjir
Kebakaran
Polusi Udara
Biologi
Wabah Penyakit
Manusia
Manusia
Kebakaran
Pencurian
Sabotase dan perusakan
Terorisme
Ancaman Bom
Human Error
Cyber Attack
Threat
Intrusion
Teknologi
Transportasi
Kegagalan sistem transportasi
Bencana transportasi massal
Sistem Informasi
Kegagalan hardware dan software
Serangan virus, malware

Infrastruktur
Electricity (korsleting)

Senin, 17 Oktober 2016

PRAKTIKUM 6 Cara Konfigurasi Routing Dynamic (RIP)

CARA KONFIGURASI ROUTING DYNAMIC (RIP)
\\Cara Konfigurasi Routing Dynamic (RIP)



Disusun Oleh :
AULIA AKBAR
064.013.016


Fakultas Teknologi Industri
Teknik Informatika
Tahun Ajaran 2016-2017


CARA SETTING ROUTING DINAMIS (RIP) DI CISCO PACKET TRACER – Pada post yang lalu kita sudah faham bagaimana cara konfigurasi routing statis dan kali ini kami akan belajar bagaimana cara setting dynamic router (RIP) pada Cisco Packet Tracer dengan 3 router. Cara ini sama seperti sebelumnya, namun yang berbeda adalah Cara Setting IP routenya, yang lalu Statis dan Kini RIP (Dinamis).
Dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.
Apabila peralatannya anda lupa, klik laman ini untuk mengetahui peralatannya.
Setelah persiapan selesai desain jaringan seperti ini contohnya :
Gambar diatas sama dengan post statis sebelumnya, namun nanti akan berbeda pada setting IP Routenya. Catatan : 
Router 0,1,2 PC terhubung fastethernet0/0 ke PC1, PC2, PC3
Router 0,1,2 = Serial 2/0
Setting Fastethernet dan serial dengan cara CLI :
Router A : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-&#1110f)#ip add 192.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-&#1110f)#n&#959 shut
Router(config-&#1110f)#ex

Router B : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-&#1110f)#ip add 193.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-&#1110f)#n&#959 shut
Router(config-&#1110f)#ex

Router C : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-&#1110f)#ip add 194.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-&#1110f)#n&#959 shut
Router(config-&#1110f)#ex

Router A : Serial 2/0 :

Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-&#1110f)#ip add 10.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-&#1110f)#n&#959 shut
Router(config-&#1110f)#ex
Router B : Serial 2/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-&#1110f)#ip add 10.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-&#1110f)#n&#959 shut
Router(config-&#1110f)#ex
Router B : Serial 3/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-&#1110f)#ip add 11.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-&#1110f)#n&#959 shut
Router(config-&#1110f)#ex
Router C : Serial 3/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-&#1110f)#ip add 11.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-&#1110f)#n&#959 shut
Router(config-&#1110f)#ex
Pada saat menghubungkan serial, router 0 dengan serial 2/0 dan 1 serial 2/0, hal ini harus 1 Jaringan namun harus berbeda hostnya dengan catatan harus membedakan IP kelasnya. Saya setting seperti diatas agar mudah mengingatnya.
Setelah selesai setting Router, Kini setting PC1, PC2, dan PC 3
Fastethernet ( Default Gateway) pada PC 1 Harus diisi dengan IP Fastethernet Router 0 karena PC 1 Terhubung secara langsung ke Router 0. Begitupun PC 2 dengan 1, PC3 dengan 2.
Setting IP :
PC 1


PC 2
 

PC 3

Setelah selesai, kini tinggal Setting IP Send (RIP) Pada RIP Versi-1, tidak mengenal dengan namanya subnet mask tapi nanti pada Versi-2 sudah mengenal Subnet Mask
Network pada RIP diisi dengan IP Serial dan Fastethernet yang ada didalam router itu sendiri, dengan Host Terkecil yaitu diisi dengan 0. Contohnya : di Router 0 terdapat 2 IP yaitu :
f0/0 : 192.1.1.1 lalu diisi dengan 192.1.1.0
S2/0 : 10.1.1.1 lalu diisi dengan 10.1.1.0
Setelah itu kini kita setting IP Send RIP. Masukkan perintah seperti dibawah :
Setting IP Send A :
Router>en
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 192.1.1.0
Router(config-router)#network 10.1.1.0
Setting IP Send B :
Router>en
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 10.1.1.0
Router(config-router)#network 193.1.1.0
Router(config-router)#network 11.1.1.0
Setting IP Send C :
Router>en
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 194.1.1.0
Router(config-router)#network 11.1.1.0
Setelah selesai kita coba tes dengan ping di PC. Kita ambil PC3 mengeping IP Fastethernet pada PC 1, dan PC 2.



Hasilnya berhasil apabila balasan dari cmd seperti gambar diatas.

Lihat Selengkap nya : 

Konfigurasi Routing Dynamic ( RIP )